Rasa Sakit Luar Biasa itu Sungguh Membahagiakan

Topik hari ini mengingatkanku pada kejadian belasan tahun lalu. Bagaimana rasa sakit luar biasa itu harus kujalani dengan pasrah.

Ternyata belasan tahun tak membuatku lupa akan setiap detik di masa itu. Perjuangan kala mempersiapkan kehadiran bidadari kecil di dalam Kehidupanku.

Pagi itu, kudapati bercak darah ketika di kamar mandi. Hanya saja tanpa rasa sakit. Namun beranjak siang, rasa sakit mulai merambat di perutku. Sebentar datang, sebentar pergi.

Sore menjelang, kami memutuskan untuk memeriksakan keadaanku di sebuah rumah sakit. "Pembukaan dua," begitu jelas perawat setelah memeriksaku. Deg! Aku gugup. Saatnya telah tiba.

Jelang tengah malam aku dilarikan ke ruang bersalin. Terbaring dengan dua orang perawat yang mendampingi. Tak lagi ada rasa malu, semua tertutupi dengan lilitan rasa sakit di perut.

Nyaris satu jam aku berusaha. Mengejan mengikuti perintah. Namun putri kecilku masih enggan untuk menemui dunia baru tempatnya tinggal. Rasa lelah telah menjalar di sekujur tubuhku. Ingin menyerah saja rasanya.

Suntikan rangsangan ke dua kali telah kuterima. Itu artinya aku harus bersiap kembali menikmati rasa sakit yang luar biasa itu. Lagi. Mengulang saat keringat dingin bercucuran karena menahan sakit. Meremas apa saja, berharap dengan remasan itu rasa sakitnya akan berkurang.

Sakit maha dahsyat itu terbayarkan ketika kudengar tangisan seorang bayi. Suara lengkingannya memecah kesunyian malam itu. Setengah dua dini hari. Oh Tuhan, sakit ini sungguh membahagiakan!

#KompetisiMenulis
#AlumniKabolMenulis
#Day19
#titindeandiva

No comments:

Post a Comment

Anti Gagal, Yuk Cobain Resep Ayam Kremes ini!

Ayam merupakan olahan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tak heran jika banyak sekali sajian berbahan dasar ayam.  ...