Ketika Hobi tak Sejalan dengan Pasangan

Ketika Hobi tak Sejalan dengan Pasangan


Hobi gak disetujui pasangan? Rasanya sakit, Jenderal! Perih! Pernah mengalami kayak gini, Mak? Hayuklah kita curhat bareng di pojokan, hiks.

Ada kisah dari seorang teman, kisah tentang salah satu temannya. Ceritanya sih panjang kali lebar, tapi gak pernah ditotal, makanya sesi cerita waktu itu tetap ngalor ngidul.

Maaf, out of topic, balik lagi ke kisah tadi. Temannya teman, hobinya gak disetujui oleh sang pasangan hidup. Jadi temannya teman itu curhat ke teman.sampai sini, gak pada mualkan bacanya? Anggap aja gak mual, alhamdulillah. Sengaja nulis bertele-tele biar ada yang ditulis. Soalnya, tema hobi ini sudah masuk hari ke tiga. Dan bingung mau nulis apa.

Oke, kembali ke curhatan temannya teman. Hobinya menulis gak disetujui oleh suami. Yang berujung pada paksaan suami untuk menutup akun pesbuk si temannya teman. Ngenes, ya. Hobi aja bisa bikin pasangan jadi ribut, hiks.
Tapi kenyataannya ini memang ada. Beberapa pasangan yang gak mendukung hobi istrinya. Berbagai alasan turut membenarkan untuk melarang hobi sang istri. Sampai sini, para emak jangan emosi dan baper, ya. Apalagi sampai ngomel gak karuan.
Jadi, satu yang coba saya, emaknya Dean dan Diva, pahami. Mungkin memahaminya setelah asyik chit chat di salah satu grup WA. Masih dari kata seorang teman, bicarakan dulu dengan pasangan tentang hobi kita. Jelaskan pada suami dengan panggilan mesra, jika perlu pake kedip-kedip manja. Itu saja, bahkan pahala.

Nah, setelah suami tahu apa yang menjadi hobi kita, para istri salihah yang mencoba mencari berkah dan izin suami, teruslah buktikan diri. Buktikan apa? Buktikan bahwa menjalankan hobi, apapun itu, setelah menyelesaikan tugas domestik ibu rumah tangga. Ini. Bisa? Insyaallah ya, Mak.
Sampailah di paragraf terakhir, mungkin. Saya cuma bisa berpesan. Pesan dari seorang emak dasteran, yang masih nyuri waktu online di antara cucian baju. Atau diam-diam pegang gawai ketika lagi makan. Wahai emak sejagat Indonesia, lakukan dulu tugas negaramu, masak, macak, manak. Setelah itu, barulah menikmati hobimu.

Makjleb! Berasa ketampar kanan kiri, euyyy. Nulis sendiri, ketampar sendiri. Perih-perih gimana gitu. Tapi inilah kenyataan yang pasangan kita mau. Tuntaskan dulu pekerjaan rumah. Cucian piring itu, gak bisa mencuci dirinya sendiri. Catet, Mak, catet!

Tarik napas dulu. Sebenarnya pengin berhenti nulis, karena tadi sudah nulis paragraf terakhir. Tapi nyatanya masih nulis juga, haha. Maaf, Mak. Lagi pengin curcol.

Serius lagi. Pak suami hanya perlu melihat usaha kita. Usaha apa? Menyelaraskan antara hobi dan tugas utama. That's it. Mereka, para suami, gak mau rumah dan anak-anak mereka terlantar hanya karena emaknya doyan onlen lirik bayangan di cermin*

Baiklah, cukup unek-unek di pagi menjelang siang ini. Semoga tulisan yang tak seberapa penting ini, atau bahkan gak penting sama sekali, setidaknya bisa membuat sesimpul senyum. Walau mungkin gak paham maknanya.

#KompetisiMenulis
#AlumniKabolMenulis
#Day14
#titindeandiva
#TeeDee
#TeeDeandria

No comments:

Post a Comment

Anti Gagal, Yuk Cobain Resep Ayam Kremes ini!

Ayam merupakan olahan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tak heran jika banyak sekali sajian berbahan dasar ayam.  ...