Memendam Rindu

Memendam Rindu

Pada selaput mata ada rindu
Yang tertutup rapat menanti hadir
Pada katupan bibir ada rindu
Yang berucap lirih namamu dalam tidur

Pada daun telinga ada rindu
Yang  menunggu suaramu untuk didengar
Pada napas hidung ada rindu
Yang sesak terasa bila tanpa kabar

Pada sentuhan kulit ada rindu
Yang menanti dekapanmu kala fajar
Pada jemari tangan ada rindu
Yang terus menuliskan kumpulan syair

Pada langkah kaki ada rindu
Yang setiap saat tertuju dengan liar
Pada duduk simpuh ada rindu
Yang trus mengakar tak memudar

Ya, aku rindu, sangat rindu
Padamu yang jauh, aku berusaha tegar
Memendam semua rindu
Jika boleh meminta, kuingin kau sebentar

Teruntuk belahan hati yang kurindu
Bilakah kau kembali tuk saling bersandar
Kepada pemilik hatiku
Namamu kusertakan dalam sujud syukur

#titindeandiva
#TeeDee
#puisi
#poetry
#KabolMenulis16
#day5

Menulis Dari Hati



Menulis Dari Hati


Semua orang bisa menulis, bahkan anak kecil sudah bisa melakukannya. Bedanya hanya bagaimana kualitas dari tulisan tersebut. Menulis pun tak perlu bakat. Hanya perlu rajin berlatih.

Menulis bisa dilakukan oleh siapa saja, dari anak-anak hingga lansia. Tulisan mereka pun beragam, tergantung dari sudut pandang mereka masing-masing. Lalu apa yang membedakan?

Menulislah dari hati. Apa yang disampaikan dengan hati akan terbaca sampai ke hati. Itu yang membedakan antara tulisan satu dan yang lainnya.
Tuliskanlah apa yang ada dihatimu. Buatlah mereka, pembacamu, merasakan apa yang ada dihatimu yang terlahir dari ujung jemari tanganmu. Biarkan mereka, pembacamu, mengerti dengan hati apa yang mereka baca. Itu yang akan membedakanmu dari penulis lain.

Tulisanmu adalah gambaran siapa dirimu. Maka tunjukkanlah bahwa kamu berbeda. Bentuklah ciri khasmu, biarkan dunia tahu siapa dirimu.

#titindeandiva
#TeeDee
#reminder
#KabolMenulis16
#day4

Mak, Jangan Terjebak "sale"


Mak, Jangan Terjebak "sale"


Ramadan hampir berlalu, lebaran segera tiba. Hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Sudah bersiapkah menyambutnya? Buat para emak ini pasti momen yang memusingkan kepala. Sederet daftar belanjaan menu untuk menjamu tamu di hari Raya, pakaian baru untuk anak, atau daftar perabot dan isi rumah yang harus di beli ataupun diperbaiki.

Dibeberapa toko atau pusat perbelanjaan juga bersiap menghadapi datangnya hari Raya. Label sale, obral, diskon, promo mulai bertebaran dan bergelantungan dimana-mana. Ini godaan besar ya, Mak, hehe.
Berasa pengin beli semuanya mumpung lagi diskon, mumpung lagi sale, mumpung lagi obral, mumpung lagi promo beli satu gratis dua, haha. Alhasil keranjang belanja udah mirip tempat sampah, numpuk tinggi. Setelah pulang baru deh, nyesel. Bener enggak, Mak? Ada yang kek gini? Ngacung!

Mumpung lebaran masih belum tiba, ada baiknya kita mempersiapkan diri dari godaan sale dkk yang menggoda iman dan dompet, ups.

1. Buat daftar belanja
Buatlah daftar belanja setiap akan berbelanja. Kalau sudah punya daftar, stay on your daftar ya, Mak. Selain bisa membuat tetap di jalur, ini bisa mengurangi kebingungan setiba di tempat berbelanja.

2. Lapar mata
Ini penyakit emak yang susah banget ngobatinnya, haha. Beli ah, mumpung sale. Begitu nyampe rumah, baru nyadar kalau barang tadi enggak perlu banget. Atau bahkan memang enggak perlu. Baru deh, penyesalan datang.

3. Batasi budget belanja  
Ini trik yang entah saya dengar darimana. But it's work. Setiap pergi berbelanja, bawalah uang pas. Misalnya, nih, mau pergi ke pasar. Buatlah daftar dan kisaran harga dari daftar belanja. Total dua ratus ribu, ya udah bawa dua ratus atau dua ratus lima pulu ribu aja cukup, Mak. Jangan semua yang dibawah bantal diboyong ke pasar. Bahaya, Mak. Bisa-bisa pasar bakal pindah ke rumah para emak, wkwkwk.

4. Pikirkan setelah lebaran
Ini yang sering terlupakan karena terlalu fokus pada lebaran atau hari Raya. Masih ada keperluan lain setelah lebaran, jadi jangan terlalu boros pada saat berbelanja untuk hari Raya. Pikirkan hal seperti tagihan listrik, air dan telepon. Atau pembayaran cicilan lainnya.

5. Jangan lupa zakat dan sedekah
Mak, jangan terlena dengan belanja sana-sini, lalu lupa dengan kewajiban yang satu ini. Bayarlah zakat secepatnya. Setelah itu baru berbelanja. Jangan terbalik ya, Mak. Sisihkan sisa berbelanja untuk bersedekah.

6. Terapkan
Ini yang terpenting, menerapkan semua pada jalurnya. Terkadang godaan datang tanpa permisi, ya, Mak. Lagi ngabuburit, liat etalase ada gamis keren, mampir. Lagi belanja di bazar Ramadan, semua diborong. Haha, khilafnya kebablasan, ya, Mak.

Huft, jadi emak emang harus jago segalanya. So, mulailah dari sekarang. Dan buktikan, kalau emak bisa menjaga nafsu dari godaan "sale" yang terkutuk.


#titindeandiva
#TeeDee
#reminder
#KabolMenulis16
#day3

Ngabuburit Seru Versi Emak Rumahan

Ngabuburit Seru Versi Emak Rumahan

Kata ngabuburit sudah begitu familiar di telinga, apalagi di bulan Ramadan. Tahu gak sih, ngabuburit itu sendiri artinya apa? Ngabuburit itu berasal dari bahasa Sunda, yang artinya menunggu waktu sore. Ini pengertian versi saya ya, hehe. Yang notabene bukan orang Sunda, jadi mohon maaf jika ada salah pemahaman.

Ngabuburit sendiri sudah menjadi salah satu tradisi atau kebiasaan kala Ramadan, meskipun ngabuburit bisa dilakukan kapan saja walau bukan di bulan Ramadan. Ngabuburit bisa dijadikan ajang untuk silaturahmi. Atau juga bisa untuk mempelajari sesuatu. Hmmm, seru ya, sepertinya?

Nah, lalu seperti apa ngabuburit yang seru? Kalau versi emak seperti saya sih, ngabuburit di rumah aja cukup. Lha, terus serunya di mana? Hehe, ini hanya salah satu pilihan aja, khusus buat emak yang mau mengisi waktu sore hari dengan hal baru tanpa harus keluar rumah. Apakah itu?

1. Crafting atau kerajinan tangan.
Saya, khususnya, pecinta kerajinan tangan. Apapun jenisnya. Mulai dari menjahit, meronce, merajut, menempel. Dari kegiatan ini, saya tertantang untuk berkreatifitas. Mencoba hal baru memang selalu menyenangkan.

2. Memasak
Mencoba menu baru bisa jadi cara ngabuburit seru. Tahu gak sih, dari setiap masakan yang kita masak ada nilai ibadah yang terkandung di dalamnya. Dan sudah pasti ada bumbu kasih sayang yang tersirat dari sajian itu walau hanya menu sederhana.

3. Family time.
Kumpul keluarga enggak harus keluar rumah, kok. Di rumah aja bisa, caranya? Saya selalu melibatkan anak dalam kegiatan crafting dan memasak. Mereka juga merasakan keseruan yang sama bila bertemu dengan hal yang baru. Sekaligus mengajarkan anak untuk bertanggung jawab dan mandiri.

4. Silaturahmi
Mengapa saya menggolongkan silaturahmi sebagai ngabuburit seru versi emak? Karena ini masih berada di lingkungan rumah. Ngabuburit sambil mengunjungi rumah keluarga juga enggak kala seru, lho. Ini malah bagian favorit dari anak-anak saya. Pergi ke rumah nenek atau bermain dengan sepupu dan keponakan menjadi hal yang mereka tunggu.

5. Ngabuburit ngirit.
Hahaha, agak ngeri ya dengan poin yang satu ini? Ini adalah rangkuman dari poin satu sampai empat. Sadar enggak sih, kalau dari sekian pilihan di atas bisa dibilang tanpa biaya, atau gratis. Tapi justru lebih seru, apalagi buat emak yang hobi ngirit kek saya, hehehe.

Mungkin ini hanya beberapa pilihan yang bisa disuguhkan sebagai referensi ngabuburit yang bisa dilakukan tanpa harus kehilangan suasana rumah.

Lalu seperti apa ngabuburit seru versi kalian? Silakan komentar, ya?

#titindeandiva
#TeeDee
#DDshopandcraft
#KabolMenulis16
#day2

Puasa, Tetap Olahraga?

Puasa, Tetap Olahraga?

Puasa sudah terlewati lebih dari separuh bulan. Lalu bagaimana kondisi selama berpuasa? Apakah semua berjalan lancar? Ataukah ada yang menghambat? Seperti kesehatan yang menurun, mungkin? Nah, ini menjadi salah satu kendala kala berpuasa.

Ada baiknya kita tetap menjaga kesehatan kala berpuasa. Seringkali kita mengabaikan hal ini dengan alasan berpuasa. Padahal kita justru dituntut untuk selalu fit di bulan Ramadan.

Masalah kesehatan memang rawan terjadi kala berpuasa, ini dikarenakan pola makan dan pola tidur yang terganggu serta aktivitas harian yang berubah. Semua ini menyebabkan kita lalai memelihara kesehatan, termasuk olahraga.

Apa iya saat berpuasa tetap harus berolahraga? Tentu saja, puasa bukan halangan untuk tetap berolahraga. Aktivitas olahraga tetap menjadi rutinitas meskipun kita berpuasa. Hanya saja olahraga yang ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda, cocok untuk kita lakukan kala berpuasa. Karena aktivitas ini tidak begitu menguras tenaga.

Kemudian kapan jam efektif untuk berolahraga? Bisa dilakukan di pagi hari ataupun di sore hari. Waktunya singkat saja tidak seperti ketika kita tidak berpuasa, cukup lima belas menit sampai tiga puluh menit.

Mengapa kita tetap harus berolahraga padahal kita sedang berpuasa? Karena tubuh kita butuh proses untuk mengeluarkan "sampah" dari tubuh. Dengan olahraga, bisa membantu mempercepat proses metabolisme untuk mengurai lemak dalam tubuh.

Mungkin ada beberapa orang yang tidak setuju dengan anggapan ini, tetapi bagi mereka yang sudah terbiasa dengan berolahraga, akan terasa perbedaannya. Apalagi saat pola makan dan pola tidur berubah. Tubuh akan menjadi cepat lelah dan rasa tidak segar.

Jadi sudahkah kamu berolahraga di bulan Ramadan?

#titindeandiva
#TeeDee
#reminder
#KabolMenulis16
#day1

Kutukan Negeri Awan

Kutukan Negeri Awan

Part 3

Suara kepakan kedua sayap terdengar memecah keheningan malam, di bawah sinar rembulan mereka terbang menukik menuju Negeri Awan. Setibanya di sana, mereka menuju Istana untuk menemui Yang Mulia Ibu Suri Snowla.

"Ibunda, aku telah menemukan obat untukmu. Bertahanlah," bisik Pangeran Drew pada ibundanya.

"Aku tahu kau pasti akan menemukannya," lirih suara Yang Mulia Ibu Suri Snowla terdengar. Ia mengulurkan tangannya pada Carissa yang berada di samping Pangeran Drew. Carissa menyambutnya setelah Pangeran Drew mengangguk, tanda menyetujui.

"Liontin itu milikmu, hanya saja belum mendapatkan jodohnya. Aku memiliki pasangan liontin itu," Yang Mulia Ibu Suri Snowla menunjuk kalung yang tersemat di leher Pangeran Drew, "berikan kalung itu padanya."

Dengan setengah kebingungan Pangeran Drew melepas kalung yang selama ini tak pernah lepas dari lehernya. Itu karena Ibundanya sendiri yang melarang Pangeran Drew untuk melepasnya. Ia memberikan kalung itu pada Carissa.

"Pakailah kalung itu sekarang. Lepaskan kutukan yang ada di antara kita berdua, Carissa." Dengan sedikit heran Carissa memasang kalung itu, dengan bantuan Pangeran Drew. Sedetik setelah kalung itu terpasang ada cahaya terang memancar dari liontin itu. Cahayanya menyilaukan mata.

Cahaya itu lama kelamaan meredup. Begitu Pangeran Drew menatap ke arah Carissa, ia tercengang. Carissa telah berubah menjelma menjadi seorang puteri, dengan kedua sayap di punggungnya.

Tanpa mengalihkan pandangannya, ia mendekati Carissa. "Engkau gadis yang ada di mimpiku selama ini, aku pikir gadis itu Puteri Aurelia​. Ternyata gadis itu kau, Carissa."

"Carissa adalah adikku, Pangeran. Kami adalah anak manusia yang terlahir dari seorang Puteri Negeri Awan. Ibuku telah dinikahi oleh manusia biasa, namun Carissa telah dikutuk semenjak ia lahir, ia tak bisa menggunakan kekuatan sihirnya. Ia baru bisa mendapatkan kembali kekuatannya setelah memakai kalung liontin itu, yang juga sebagai obat penghilang kutukan Yang Mulia Ibu Suri." Terang Theo panjang lebar.

"Menikahlah dengannya, Drew. Aku telah lama menunggu saat ini. Lagipula aku telah sehat untuk memberimu restu," titah Yang Mulia Ibu Suri Snowla. Pangeran Drew dan Carissa saling pandang, kemudian keduanya mengangguk pasti.

"Selamat datang, Sang Penuntun. Aku telah sampai pada tujuanku." Pangeran Drew meraih kedua tangan Carissa, mengecup telapak tangannya. Keduanya melambung di udara saling berpelukan erat.

The End

#InfinityLovink
#WnAGroup
#FFchallenge
#RomanceFantasy
#Day3
#titindeandiva
#TeeDee

Anti Gagal, Yuk Cobain Resep Ayam Kremes ini!

Ayam merupakan olahan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tak heran jika banyak sekali sajian berbahan dasar ayam.  ...