Kutukan Negeri Awan

Kutukan Negeri Awan

Part 3

Suara kepakan kedua sayap terdengar memecah keheningan malam, di bawah sinar rembulan mereka terbang menukik menuju Negeri Awan. Setibanya di sana, mereka menuju Istana untuk menemui Yang Mulia Ibu Suri Snowla.

"Ibunda, aku telah menemukan obat untukmu. Bertahanlah," bisik Pangeran Drew pada ibundanya.

"Aku tahu kau pasti akan menemukannya," lirih suara Yang Mulia Ibu Suri Snowla terdengar. Ia mengulurkan tangannya pada Carissa yang berada di samping Pangeran Drew. Carissa menyambutnya setelah Pangeran Drew mengangguk, tanda menyetujui.

"Liontin itu milikmu, hanya saja belum mendapatkan jodohnya. Aku memiliki pasangan liontin itu," Yang Mulia Ibu Suri Snowla menunjuk kalung yang tersemat di leher Pangeran Drew, "berikan kalung itu padanya."

Dengan setengah kebingungan Pangeran Drew melepas kalung yang selama ini tak pernah lepas dari lehernya. Itu karena Ibundanya sendiri yang melarang Pangeran Drew untuk melepasnya. Ia memberikan kalung itu pada Carissa.

"Pakailah kalung itu sekarang. Lepaskan kutukan yang ada di antara kita berdua, Carissa." Dengan sedikit heran Carissa memasang kalung itu, dengan bantuan Pangeran Drew. Sedetik setelah kalung itu terpasang ada cahaya terang memancar dari liontin itu. Cahayanya menyilaukan mata.

Cahaya itu lama kelamaan meredup. Begitu Pangeran Drew menatap ke arah Carissa, ia tercengang. Carissa telah berubah menjelma menjadi seorang puteri, dengan kedua sayap di punggungnya.

Tanpa mengalihkan pandangannya, ia mendekati Carissa. "Engkau gadis yang ada di mimpiku selama ini, aku pikir gadis itu Puteri Aurelia​. Ternyata gadis itu kau, Carissa."

"Carissa adalah adikku, Pangeran. Kami adalah anak manusia yang terlahir dari seorang Puteri Negeri Awan. Ibuku telah dinikahi oleh manusia biasa, namun Carissa telah dikutuk semenjak ia lahir, ia tak bisa menggunakan kekuatan sihirnya. Ia baru bisa mendapatkan kembali kekuatannya setelah memakai kalung liontin itu, yang juga sebagai obat penghilang kutukan Yang Mulia Ibu Suri." Terang Theo panjang lebar.

"Menikahlah dengannya, Drew. Aku telah lama menunggu saat ini. Lagipula aku telah sehat untuk memberimu restu," titah Yang Mulia Ibu Suri Snowla. Pangeran Drew dan Carissa saling pandang, kemudian keduanya mengangguk pasti.

"Selamat datang, Sang Penuntun. Aku telah sampai pada tujuanku." Pangeran Drew meraih kedua tangan Carissa, mengecup telapak tangannya. Keduanya melambung di udara saling berpelukan erat.

The End

#InfinityLovink
#WnAGroup
#FFchallenge
#RomanceFantasy
#Day3
#titindeandiva
#TeeDee

No comments:

Post a Comment

Anti Gagal, Yuk Cobain Resep Ayam Kremes ini!

Ayam merupakan olahan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tak heran jika banyak sekali sajian berbahan dasar ayam.  ...