Puteri Adena
Adena terpejam menikmati hangatnya dekapan Damian, lelaki yang dicintainya.
"Apakah kau sungguh mencintaiku?" Pertanyaan Damian membuat Adena menengadah memandang Damian.
"Kau ingin bukti?" Adena balik bertanya. Damian tak menjawab. Hanya melepaskan pelukannya. Lalu kedua tangannya membelai lembut pipi Adena, menatap wajah gadis itu lekat-lekat.
"Aku percaya padamu." Damian mendaratkan satu kecupan di kening Adena, kemudian memeluk kembali gadis itu lebih erat, seolah tak ingin melepaskan.
"Setiap malam aku akan turun ke bumi untuk menemuimu," ujar Adena lirih, masih dalam pelukan Damian.
"Aku rela terusir dari khayangan hanya untuk bisa bersamamu," jelas Adena. "Aku rela menanggalkan keputerianku demi dirimu."
"Aku tak perlu sayap ini untuk terbang, dekat denganmu saja sudah membuatku melayang." Kedua sayap Adena melemah dalam rengkuhan Damian.
Pagi hampir menjelang. Dari ufuk timur muncul pasukan khayangan menaiki kuda terbang. Mereka bersiap menjemput Puteri Adena untuk kembali ke khayangan. Kepergian Adena secara diam-diam dari khayangan telah diketahui Dewa Zeus, ayahanda Puteri Adena.
#InfinityLovink
#writerandauthor
#titindeandiva
#TeeDee
#TeeDeandria
No comments:
Post a Comment