Memendam Rindu
Pada selaput mata ada rindu
Yang tertutup rapat menanti hadir
Pada katupan bibir ada rindu
Yang berucap lirih namamu dalam tidur
Yang tertutup rapat menanti hadir
Pada katupan bibir ada rindu
Yang berucap lirih namamu dalam tidur
Pada daun telinga ada rindu
Yang menunggu suaramu untuk didengar
Pada napas hidung ada rindu
Yang sesak terasa bila tanpa kabar
Yang menunggu suaramu untuk didengar
Pada napas hidung ada rindu
Yang sesak terasa bila tanpa kabar
Pada sentuhan kulit ada rindu
Yang menanti dekapanmu kala fajar
Pada jemari tangan ada rindu
Yang terus menuliskan kumpulan syair
Yang menanti dekapanmu kala fajar
Pada jemari tangan ada rindu
Yang terus menuliskan kumpulan syair
Pada langkah kaki ada rindu
Yang setiap saat tertuju dengan liar
Pada duduk simpuh ada rindu
Yang trus mengakar tak memudar
Yang setiap saat tertuju dengan liar
Pada duduk simpuh ada rindu
Yang trus mengakar tak memudar
Ya, aku rindu, sangat rindu
Padamu yang jauh, aku berusaha tegar
Memendam semua rindu
Jika boleh meminta, kuingin kau sebentar
Padamu yang jauh, aku berusaha tegar
Memendam semua rindu
Jika boleh meminta, kuingin kau sebentar
Teruntuk belahan hati yang kurindu
Bilakah kau kembali tuk saling bersandar
Kepada pemilik hatiku
Namamu kusertakan dalam sujud syukur
Bilakah kau kembali tuk saling bersandar
Kepada pemilik hatiku
Namamu kusertakan dalam sujud syukur
#titindeandiva
#TeeDee
#puisi
#poetry
#KabolMenulis16
#day5
#TeeDee
#puisi
#poetry
#KabolMenulis16
#day5
No comments:
Post a Comment