Mak, Jangan Terjebak "sale"
Ramadan hampir berlalu, lebaran segera tiba. Hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Sudah bersiapkah menyambutnya? Buat para emak ini pasti momen yang memusingkan kepala. Sederet daftar belanjaan menu untuk menjamu tamu di hari Raya, pakaian baru untuk anak, atau daftar perabot dan isi rumah yang harus di beli ataupun diperbaiki.
Dibeberapa toko atau pusat perbelanjaan juga bersiap menghadapi datangnya hari Raya. Label sale, obral, diskon, promo mulai bertebaran dan bergelantungan dimana-mana. Ini godaan besar ya, Mak, hehe.
Berasa pengin beli semuanya mumpung lagi diskon, mumpung lagi sale, mumpung lagi obral, mumpung lagi promo beli satu gratis dua, haha. Alhasil keranjang belanja udah mirip tempat sampah, numpuk tinggi. Setelah pulang baru deh, nyesel. Bener enggak, Mak? Ada yang kek gini? Ngacung!
Mumpung lebaran masih belum tiba, ada baiknya kita mempersiapkan diri dari godaan sale dkk yang menggoda iman dan dompet, ups.
1. Buat daftar belanja
Buatlah daftar belanja setiap akan berbelanja. Kalau sudah punya daftar, stay on your daftar ya, Mak. Selain bisa membuat tetap di jalur, ini bisa mengurangi kebingungan setiba di tempat berbelanja.
Buatlah daftar belanja setiap akan berbelanja. Kalau sudah punya daftar, stay on your daftar ya, Mak. Selain bisa membuat tetap di jalur, ini bisa mengurangi kebingungan setiba di tempat berbelanja.
2. Lapar mata
Ini penyakit emak yang susah banget ngobatinnya, haha. Beli ah, mumpung sale. Begitu nyampe rumah, baru nyadar kalau barang tadi enggak perlu banget. Atau bahkan memang enggak perlu. Baru deh, penyesalan datang.
Ini penyakit emak yang susah banget ngobatinnya, haha. Beli ah, mumpung sale. Begitu nyampe rumah, baru nyadar kalau barang tadi enggak perlu banget. Atau bahkan memang enggak perlu. Baru deh, penyesalan datang.
3. Batasi budget belanja
Ini trik yang entah saya dengar darimana. But it's work. Setiap pergi berbelanja, bawalah uang pas. Misalnya, nih, mau pergi ke pasar. Buatlah daftar dan kisaran harga dari daftar belanja. Total dua ratus ribu, ya udah bawa dua ratus atau dua ratus lima pulu ribu aja cukup, Mak. Jangan semua yang dibawah bantal diboyong ke pasar. Bahaya, Mak. Bisa-bisa pasar bakal pindah ke rumah para emak, wkwkwk.
4. Pikirkan setelah lebaran
Ini yang sering terlupakan karena terlalu fokus pada lebaran atau hari Raya. Masih ada keperluan lain setelah lebaran, jadi jangan terlalu boros pada saat berbelanja untuk hari Raya. Pikirkan hal seperti tagihan listrik, air dan telepon. Atau pembayaran cicilan lainnya.
5. Jangan lupa zakat dan sedekah
Mak, jangan terlena dengan belanja sana-sini, lalu lupa dengan kewajiban yang satu ini. Bayarlah zakat secepatnya. Setelah itu baru berbelanja. Jangan terbalik ya, Mak. Sisihkan sisa berbelanja untuk bersedekah.
Mak, jangan terlena dengan belanja sana-sini, lalu lupa dengan kewajiban yang satu ini. Bayarlah zakat secepatnya. Setelah itu baru berbelanja. Jangan terbalik ya, Mak. Sisihkan sisa berbelanja untuk bersedekah.
6. Terapkan
Ini yang terpenting, menerapkan semua pada jalurnya. Terkadang godaan datang tanpa permisi, ya, Mak. Lagi ngabuburit, liat etalase ada gamis keren, mampir. Lagi belanja di bazar Ramadan, semua diborong. Haha, khilafnya kebablasan, ya, Mak.
Ini yang terpenting, menerapkan semua pada jalurnya. Terkadang godaan datang tanpa permisi, ya, Mak. Lagi ngabuburit, liat etalase ada gamis keren, mampir. Lagi belanja di bazar Ramadan, semua diborong. Haha, khilafnya kebablasan, ya, Mak.
Huft, jadi emak emang harus jago segalanya. So, mulailah dari sekarang. Dan buktikan, kalau emak bisa menjaga nafsu dari godaan "sale" yang terkutuk.
#titindeandiva
#TeeDee
#reminder
#KabolMenulis16
#day3
#TeeDee
#reminder
#KabolMenulis16
#day3

No comments:
Post a Comment