Hujan

Hujan

Gemericik air berjatuhan
Bersatu dengan semilir angin
Dinginnya menyapa tepi gaun
Merasuk dalam menjulur ke ubun

Aku meringkuk di ujung dipan
Menyentuh lembut ujung pipi kanan
Menyapu helai rambut yang tak beraturan
Yang dulu biasa engkau lakukan

Hujan ini mengingatkanku pada belaian
Kala kau menyentuhku perlahan
Menarikku dalam hangat dekapan
Dan kau mengelus pipiku yang dingin

Tapi kini kau tak di sisi sejak kemarin
Engkau pergi untuk sebuah impian
Tinggallah aku terpuruk dalam kesendirian
Memeluk engkau di dalam angan

Dibalik rintik berisik air yang berjatuhan
Kutitip rindu senyap yang tak tertahan
Kuharap bisa tersampaikan lewat lantunan
Denting air yang jatuh dari pancuran

#puisi
#rindu 
#poetry
#titindeandiva
#TeeDee

No comments:

Post a Comment

Anti Gagal, Yuk Cobain Resep Ayam Kremes ini!

Ayam merupakan olahan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tak heran jika banyak sekali sajian berbahan dasar ayam.  ...