Hari ini benar-benar sepi. Di tengah padatnya aktivitas, di ramainya suara siniar yang berputar, di balik tawa yang tercipta, ada yang kosong.
Tentu ini bukan kali pertama. Dan sudah tentu ingin mengakhiri perasaan ini. Dalam satu tarikan napas panjang, rasanya sepi ini kian terasa.
Aku terlalu takut. Membayangkan apa yang akan terjadi nantinya. Malam adalah waktu terburuk setiap kali datang. Sungguh aku ingin tenang.
Ingin rasanya kuungkapkan. Mengatakannya lantang di hadapannya. Aku lelah dengan semua ini.
Lalu sedetik kemudian, aku urungkan. Selalu begitu. Aku tak pernah punya kuasa, bahkan untuk diriku sendiri.
Kembali satu tarikan napas panjang. Kali ini sedikit tersengal. Seolah ada yang menghalangi jalannya oksigen. Kekesalan yang terungkapkan berubah bentuk menjadi sesuatu yang menyumbat jalan napas.
Ah, sudahlah. Malam ini akan seperti malam-malam lainnya. Memutar kisah lama dalam hari berbeda. Entah seperti apa nantinya. Pasrah saja.
Biarkan saja angin malam membawa rasa sepi ini. Menggantikannya dengan harapan bahwa esok hal baik akan terjadi.
No comments:
Post a Comment