Bergaul Dengan Si Nyonya High Class, Siapa Takut!

Bertemanlah dengan siapa saja, gak usah pilih-pilih ya, Mak. Nah, kalau berteman sama Nyonya high class, bagaimana? 

Malah bagus dong, Mak! Siapa tahu bisa ketularan, hehe. Iya, ini serius Mak. Mau bagi tips nih, bagaimana cara berteman dengan si Nyonya. 

Pertama, cari tahu dulu asal muasal kekayaan yang dimiliki. Kalau harta cuma warisan dari orang tua, mending dijauhin, Mak. Yang tipe kayak gini gak menular, hihi. Yang bagus didekatin itu, dapat kekayaan dari hasil jerih payah sendiri. Catet ya, Mak. 

Kedua, setelah tahu asal harta bendanya dari mana, lanjut ke keseharian si Nyonya. Mereka, yang mendapat harta dari usaha sendiri, pasti punya perilaku sukses. Tiru, Mak. Jiplak. Bagaimana mereka membagi waktu antara bersosial dan bekerja. 

Ke tiga, lihat bagaimana si Nyonya bersosial. Yang beneran 'kaya' gak akan pamer kekayaan. Kalau yang masih suka pamer, itu cuma 'etalase'. Cuma penampakan di luar. Hatinya belum 'kaya'. Carilah teman yang kaya hati. 

Ke empat, amati sifatnya. Berteman bukan hanya karena harta tapi juga karena sifat. Percuma kalau kaya harta tapi miskin iman. Takutnya, yang menular justru yang negatifnya, hehe. 

So, bijaklah dalam memilih teman. 

#KompetisiMenulis 
#AlumniKabolMenulis 
#Day30 
#titindeandiva 

Keluarga Baru Keluarga Seru

Prosesi pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga dua keluarga. Jadi, setelah menikah akan ada keluarga baru dari pihak pasangan. 

Dari beberapa kisah, berhubungan dengan keluarga baru adalah hal yang rumit dan sulit untuk dijalani. Ada banyak latar belakang yang menjadi alasan mengapa hubungan ini gagal. 

Bersyukurlah, bagi mereka yang dengan mudahnya bisa berbaur dengan keluarga pasangan. Bisa pergi ke suatu acara bareng-bareng. Bisa pergi liburan bersama. Bisa saling mengunjungi. 

Ada beberapa yang justru gagal meraih simpati dari keluarga pasangan. Mungkin karena kurang pendekatan sebelum pernikahan. Atau mungkin, karena tidak sering bertemu jadi merasa canggung dan kurang akrab. Bisa juga karena tidak mendapat restu. 

Cobalah memperbaiki hubungan. Coba jalin kembali silaturahmi. Undang keluarga pasangan ke rumah sekadar makan siang atau makan malam bersama. Bisa juga sesekali mendatangi keluarga pasangan, jangan lupa membawa buah tangan sebagai hadiah. 

Setelah semua usaha, lanjutkan dengan doa. Semoga keluarga pasangan kita, diluluhkan hatinya. Sambil terus bersikap baik. 

#KompetisiMenulis 
#AlumniKabolMenulis 
#Day29
#titindeandiva 

Liburan Bersama Keluarga, Perlu Gak Sih?

Siapa sih yang menolak pergi liburan? Rasanya gak ada, hehe. Lalu seberapa penting liburan bersama keluarga? 

Saya pernah mengikuti sebuah pengajian yang membahas tentang fikih. Di mana meletakkan hal penting dan tidak penting sesuai keperluan. Dan dari hasil tanya jawab kala itu, para emak-emak yang menghadiri pengajian, memasukkan liburan sebagai keperluan penting tapi tidak mendesak. 

Apa itu penting tidak mendesak? Sepemahaman saya, semoga tidak salah, hehe. Penting tidak mendesak adalah kebutuhan yang termasuk kategori penting. Penting, karena manusia membutuhkan liburan, apalagi bersama keluarga, untuk menghilangkan dan menghindari stres setelah melakukan aktivitas terus-menerus. 

So, liburan itu penting, hehe. Tapi tidak mendesak. Lha, kok? Iya, liburan memang penting, tetapi masih bisa ditunda jika ada keperluan lain yang lebih penting. 

Jadi, kalau mau pergi berlibur, ada baiknya direncanakan jauh-jauh hari. Menyesuaikan dengan aktivitas lainnya yang lebih penting. 

Dan sepertinya saya jadi pengin liburan juga setelah menulis tulisan ini, wkwkwkwk. Ayo, berlibur! 

#KompetisiMenulis 
#AlumniKabolMenulis 
#Day28 
#titindeandiva 

Anti Gagal, Yuk Cobain Resep Ayam Kremes ini!

Ayam merupakan olahan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tak heran jika banyak sekali sajian berbahan dasar ayam.  ...