Pengorbanan Paling Berkesan Buatku

#arisanartikel
Pengorbanan Paling Berkesan Buatku

"Kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah"

Pernah mendengar atau membaca peribahasa di atas? Ya, peribahasa tersebut begitu familiar. Sering kita jumpai di mana-mana. Dan sangat dalam maknanya.

Jika ada orang bertanya, apa pengorbanan paling berharga yang dilakukan orang lain untukku, tentu jawabnya adalah pengorbanan ibu. Beliau dengan segala ketidak-berdayaaannya rela menembus batas ketidak-mampuannya demi anaknya.

Ibu, izinkan aku, anakmu, yang papa akan budi, menyembahkan rasa terima kasih. Hanya itu yang mampu aku berikan atas segala pengorbanan yang telah dan akan terus engkau berikan. Ibu, terngiang semua pengorbanan yang telah aku terima, bahkan di tua umurku, tetap engkau berikan.

Ibu, bagiku pengorbananmu adalah bentuk kurban yang sesungguhnya. Engkau rela menyerahkan segalanya, memberikan yang terbaik padaku, anakmu, sebagai baktimu kepada Sang Maha Kuasa.

Ibu, semoga aku bisa sepertimu. Yang selalu tegar. Tangguh di rimba kelemahan yang menyelimuti jantungmu. Semoga setiap detak jantung yang lemah itu, ada nilai ibadah yang terus berdetak.

Ibu, di balik kerutan tanda senja umurmu, terlihat kelelahan. Lelah akan banyaknya pengorbanan yang terus menerus mengalir lewat lembutnya wejangan yang tertutur dari mulutmu. Ya, engkau tak lagi menuntun langkah kecilku, tapi kini engkau menuntunku dalam mengarungi tapak kehidupan.

Ibu, tak sanggup aku membalas semua jerih payahmu mengurusiku. Tapi izinkan aku membahagiakanmu dengan cara sederhana. Kulantunkan namamu di sujud tahiyat akhirku. Hanya doa yang bisa kuhadiahkan untukmu.

#arisanartikelKBT5kelompok3
#titindeandiva

Menu Lebaran Iduladha Rumahan


Apa rencana para Pejuang Kuliner untuk Iduladha besok? Hmmm, pasti makan enak makan sehat. Berbagai menu suguhan khas lebaran pasti akan menyapa seharian. Dan susah sekali menolak godaan tersebut, hehe. Apalagi dengan alasan, sayang nolak rezeki, nah loe. Pejuang Kuliner ada yang kayak saya modusnya? Wakakakak.

Hidangan serba nikmat tentu akan tertata rapi di meja makan. Apa menu makan enak makan sehat yang menjadi pilihan para Pejuang Kuliner? Kalau saya, semua yang sudah tertata di meja makan akan berpindah ke piring, hihi. Kelihatan banget kalau doyan makan, haha.

Sudah kebayang dengan aneka cake dan cookies yang berjejer rapi di meja tamu rumah mertua, uppps. Tapi bukan berarti saya enggak bersiap menu buat di rumah, ya. Menu makan enak makan sehat juga harus saya siapkan di rumah. Siapa tahu ada yang mendadak nongol depan rumah. Atau ada yang nagih janji minta dibikinin ini, minta dibikinin itu. Jadi momen ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membayar utang janji. Sekalian maaf-maafan kalau janjinya enggak bisa ditepatin, qiqiqiqi.

Okay, back to the rules. Seharian tadi saya sudah bertapa di dapur demi cake dan cookies yang tersusun rapi dalam stoples. Kenapa saya rela menghabiskan waktu di dapur? Alasannya pasti karena ngirit, ketahuan emak perhitungan, ini lagi tanggal tua, hihi. Eits, tapi itu bukan satu-satunya alasan ya, masih ngeles mode on nih, wkwkwk. Alasannya karena ada kebanggaan tersendiri. Makan enak makan sehat itu bisa Pejuang Kuliner ciptakan sendiri kok. Asal mau sedikit bersusah payah.

Sebenarnya saya enggak jago masak. Tapi dengan sedikit bantuan dari Emak saya, rainbow cake ini adalah salah satu andalan kalau ada hajatan atau acara keluarga. Rainbow cake ini salah satu favorit saya dan anak-anak di rumah. Dan perlu Pejuang Kuliner tahu, makan enak makan sehat itu bisa kita olah sendiri.




Itu tadi kisah tentang cake. Ada lagi nih, cookies andalan juga. Andalan karena gampang buatnya. Ah, saya mah gitu, enggak suka yang ribet, hehe. Pokoknya kalau mau makan enak maka sehat, langsung ke dapur buat cookies ini. So yummy, dengan baluran susu bubuk di luarnya. Bahkan sempat jualan juga lho, haha. Lumayan buat nambah uang jajan es cendol pas antar jemput anak sekolah.

Karena saya doyan ngemil, harus punya banyak menu makan enak makan sehat lainnya, haha. Iya, yang ini yang kriuk-kriuk renyah. Enggak bakal bosan nguyah sampai titik terakhir remahan di stoples. Bocoran dikit, ini juga pernah saya jajakan. Siapa tahu ada Pejuang Kuliner yang mau order, hihi. Modus terselubung nih namanya. Namanya jugaa usaha, asal halal, kan boleh aja.

Menu lebaran apa lagi ya, yang belum masuk dalam list? Ada nastar, putri salju, dan berderet nama lain yang ujung-ujungnya bikin perut keroncongan walaupun enggak lapar, hiks. Ini bahaya, pertanda bobot badan bakal gesek ke kanan, huhu. Tapi mau bagaimana, makan enak makan sehat yang tersaji di meja selalu berhasil memenangkan perang.

Itu tadi baru cerita camilan. Belum ke makanan utama. Menu makan sehat makan enak wajib saat lebaran adalah buras. Ada yang tahu apa itu? Kasih tahu apa kasih tempe, ya? Hahaha, kayaknya saya bakal disambit sandal para Pejuang Kuliner yang pada nelan iler, kabur ah. Kalau ditulis semua kepanjangan. Sambung di lain waktu. See you, para Pejuang Kuliner.

Foto koleksi pribadi.

#kuliner
#foodblogger
#makanenakmakansehat




Menghabiskan Waktu di Bumi Bangun Lestari

Menghabiskan Waktu di Bumi Bangun Lestari



Baca juga : http://yuliadina.blogspot.co.id/2017/02/wisata-edukasi-di-taman-alam-kuala.html?m=1

Travel Lovers ke mana destinasi jelajah nusantara kalian? Bagaimana jika berkunjung ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Sudahkah Travel Lovers menginjakkan kaki di tanah yang mengagungkan warna kuning ini? Jika belum, sedikit ulasan tentang wisata yang bisa dikunjungi.

Berau terkenal dengan surganya destinasi wisata. Mulai dari pantai, pulau, air terjun, danau, danau dua rasa. Tetapi kali ini Travel Lovers akan disuguhkan dengan taman wisata alam. Tetap mengambil tema alam tetapi lebih ramah untuk anak-anak. Cocok sebagai pilihan jelajah nusantara bersama keluarga.

Taman wisata Bumi Bangun Lestari terletak di Kecamatan Sambaliung, desa Trans Bangun. Letaknya sekitar 5 km dari pusat kota, Tanjung Redeb. Taman wisata ini baru saja dibuka awal Juli 2017.

Begitu memasuki kawasan taman, Travel Lovers akan mendapati hutan karet yang asri. Terdapat banyak zona nyaman untuk bermain bersama buah hati. Aneka ayunan dari tali, bambu, dan ban bekas bergelantungan di sekitar area taman.


Masuk lebih dalam, Travel Lovers bisa menikmati zona foto dengan background yang unik dan menarik. Serta beberapa caption yang sayang untuk dilewatkan dari lensa kamera.


Taman wisata Bumi Bangun Lestari juga menyuguhkan arena outbound untuk anak. Beberapa sepeda disediakan untuk mengarungi rute sepeda yang sudah ada. Jaring tali untuk memanjat, serta rumah pohon yang paling banyak diminati.

Tak hanya itu, taman ini memiliki beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk melepas lelah atau menikmati makanan.  Bagi umat muslim, tersedia fasilitas musala untuk menunaikan kewajiban.


Taman yang dikelola di atas tanah sekitar 3 hektar ini masih terus berkembang. Fasilitas terbaru yang dimiliki adalah sepeda air. Taman ini dirintis oleh perorangan yang niat awalnya memang ditujukan untuk kalangan menengah ke bawah. Itu sebabnya segala fasilitas dibandrol dengan harga relatif murah.

Informasi ini didapatkan dari seorang pekerja yang juga sebagai pemilik usaha taman. Awal mula didirikannya taman tersebut memang dari kesepakatan warga sekitar yang ingin mengubah kebun karet menjadi taman wisata. Mereka dengan kreatifitasnya menyulap lahan pohon karet menjadi arena bermain untuk anak-anak.

Untuk tiket masuk, cukup merogoh kocek rp5.000 per orang. Dengan tiket masuk tersebut, Travel Lovers bisa menggunakan semua fasilitas di taman terkecuali sepeda air. Untuk sepeda air dikenakan tarif rp20.000 per 15 menit. Cukup lumayan untuk melihat sisi taman dari sudut pandang berbeda.

Uniknya di taman ini Travel Lovers bisa membawa dan memasak sendiri di area taman. Ya, walau sebenarnya agak sedikit mengganggu, tapi cukup menciptakan suasana yang berbeda dari taman yang lain. Bagi yang tak mau repot, ada berderet kedai yang menjual aneka makanan dan minuman, lagi-lagi dengan tarif standar.

Akses jalan menuju taman sangat disayangkan karena masih berupa sirtu. Namun tidak terlalu jauh, hanya sekitar tiga ratus meter saja. Juga fasilitas area parkir yang masih kurang memadai, terlebih jika di akhir pekan, saat ramai pengunjung.


Taman wisata Bumi Bangun Lestari bisa menjadi salah satu pilihan untuk menghabiskan weekend bersama keluarga. Karena selain mudah diakses, juga mengajarkan anak akan kecintaan terhadap alam semesta. Menumbuhkan sisi sosial anak agar tak hanya bergantung dengan games dan gawai.

Bagaimana, adakah Travel Lovers yang ingin jelajah nusantara ke Berau?  Atau bahkan ada yang beberapa sudah pernah? Hayo, sharing cerita menariknya.

#travelling
#travelblogger
#berau
#bumibangunlestari

Anti Gagal, Yuk Cobain Resep Ayam Kremes ini!

Ayam merupakan olahan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tak heran jika banyak sekali sajian berbahan dasar ayam.  ...