Ketika Kakak Adik yang Masih Balita Bertengkar

Ketika Kakak Adik yang Masih Balita Bertengkar

Bagi Emak yang punya anak dengan jarak usia yang terpaut dekat, tangisan anak yang sedang bertengkar sudah hal yang biasa. Rumah bakal rame dengan suara gaduh dan teriakan. Dan drama terus berulang setiap hari, hehe.

Capek enggak sih, Mak? Banget... . *emot nangis sambil nyengir*. Tapi begitulah anak kecil, apalagi masih usia balita. Susah untuk menenangkan mereka.

Mungkin Emak bisa mencoba menanamkan pengertian sejak dini pada anak, agar kejadian enggak berlanjut hingga dewasa.

Pada Kakak, ajarkan untuk berbagi, apapun itu. Makanan, mainan, bahkan tugas menyimpun mainan. Beri pemahaman bahwa Adik adalah saudara yang harusnya disayangi dan dilindungi.

Pada Adik, ajarkan untuk tidak menang sendiri. Bukan karena lebih muda kemudian harus dituruti semua maunya. Tanamkan sikap berbesar hati, menerima bagian dan porsinya.

Buat Emak, membimbing anak memang enggak mudah. Bersabarlah, jika sedang enggak nyaman, carilah suasana yang menyenangkan. Jangan sampai emosi menjadikan pembenaran untuk mendidik anak dengan cara memukul, mencubit, menjewer, atau apapun itu.

Selamat berjuang menjadi madrasah bagi anak-anak kita. Semoga kelak anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan solehah, aamiin.

Ketika Kakak Adik yang Masih Balita Bertengkar

Ketika Kakak Adik yang Masih Balita Bertengkar

Bagi Emak yang punya anak dengan jarak usia yang terpaut dekat, tangisan anak yang sedang bertengkar sudah hal yang biasa. Rumah bakal rame dengan suara gaduh dan teriakan. Dan drama terus berulang setiap hari, hehe.

Capek enggak sih, Mak? Banget... . *emot nangis sambil nyengir*. Tapi begitulah anak kecil, apalagi masih usia balita. Susah untuk menenangkan mereka.

Mungkin Emak bisa mencoba menanamkan pengertian sejak dini pada anak, agar kejadian enggak berlanjut hingga dewasa.

Pada Kakak, ajarkan untuk berbagi, apapun itu. Makanan, mainan, bahkan tugas menyimpun mainan. Beri pemahaman bahwa Adik adalah saudara yang harusnya disayangi dan dilindungi.

Pada Adik, ajarkan untuk tidak menang sendiri. Bukan karena lebih muda kemudian harus dituruti semua maunya. Tanamkan sikap berbesar hati, menerima bagian dan porsinya.

Buat Emak, membimbing anak memang enggak mudah. Bersabarlah, jika sedang enggak nyaman, carilah suasana yang menyenangkan. Jangan sampai emosi menjadikan pembenaran untuk mendidik anak dengan cara memukul, mencubit, menjewer, atau apapun itu.

Selamat berjuang menjadi madrasah bagi anak-anak kita. Semoga kelak anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan solehah, aamiin.

Menulis Puisi, Mudahkah?

Bagi sebagian orang menulis puisi seperti ketakutan tersendiri. Banyak alasan yang dijadikan penguat bahwa menulis puisi itu susah.

Puisi itu mudah, kok. Puisi adalah bentuk kebebasan berekspresi. Enggak ada salah dan benar dalam menulis puisi. Enggak ada aturan tanda baca.

Bagaimana? Masih menganggap puisi itu rumit?

Penilaian puisi lebih kepada pemilihan kata dan gaya bahasa. Jadi pilihlah kata yang mewakili apa isi hatimu. Tuliskan, tanpa perlu memikirkan aturan baku atau tidak. Bahkan kata sederhana bisa memiliki makna luar biasa jika ditempatkan dalam gaya bahasa yang tak biasa.

Dalam puisi, yang terpenting adalah 'rasa'. Bagaimana membuat puisi memiliki jiwa. Membuat para pembacanya tersentuh.

Si Gadis Bergaun Merah
By Tee Deandria

Marina namanya
Wajah ayu jelita
Memesona setiap mata
Menatap penuh makna

Marina pergi ke pesta
Bergaun merah menyala
Dialah sang primadona
Menyihir setiap sudut kota

Marina bukan siapa
Hanya gadis dari desa
Pilihan pangeran bijaksana
Untuk dijadikan putri istana

Berau, 15 agustus 2017

Ilmu Sepasang Sepatu

Terciptakan sepasang, ada kanan ada kiri. Saling melengkapi. Mesti saat melangkah tak bersama tapi satu tujuan.

Melangkah beriringan. Berpacu menciptakan jejak-jejak ke masa depan. Walau bentuk tak serupa, justru di situ letak istimewanya. Saling menyempurnakan.

Sepatu selalu bersama. Bila sebelah tak ada, pasti tiada berguna. Hanya akan berupa sampah.

Dan pada akhirnya aku menyadari. Tanpamu aku hampa.

Kita adalah sepasang sepatu. Kau dan aku, tak sama. Tapi saling mengisi. Kau dan aku tak sepemikiran tapi memikirkan hal yang sama.

Tetaplah menjadi pasanganku. Seburuk apapun waktu memperlakukan kita. Kuatlah kala terpapar sang surya. Bertahanlah ketika hujan hendak menenggelamkan kita. Bersabarlah saat Sang Pemilik membersihkan kita dari kotoran dunia.

#KabolMenulis16
#day29
#titindeandiva
#TeeDee
#TeeDeandria

Cara Tepat dan Praktis Menyapih Anak Usia 2 Tahun

Cara Tepat dan Praktis Menyapih Anak Usia 2 Tahun

Air susu ibu (asi) merupakan kebutuhan utama bagi bayi baru lahir. Hingga berusia 6 bulan, asi diberikan secara eksklusif tanpa ada tambahan lain. Setelah 6 bulan barulah diberi makanan pendamping asi.

Lalu hingga usia berapa asi diberikan? Pada umumnya hingga anak berusia 2 tahun. Atau apabila anak menunjukkan gejala bahwa mereka siap untuk berhenti. Kalau Bunda, kapan menyapih, si Kecil?

Memulai proses menyapih atau menghentikan pemberian asi memang bukan hal mudah, ya, Bunda. Jauh sebelumnya harus dipersiapkan cara yang tepat agar tidak memberikan efek stress pada anak.

Berikut beberapa cara menyapih yang bisa dipraktikkan oleh Bunda di rumah.

1.Mulailah dengan kebiasaan minum dari gelas
Biasakan anak meminum dari gelas. Berikan gelas yang menarik. Entah itu bentuk, warna atau karakternya. Bunda, sekarang banyak sekali produk gelas untuk anak yang dijual di pasaran. Ajak anak memilih sendiri gelas minumnya.

2. Berikan susu formula
Berhenti minum asi bukan berarti anak berhenti minum susu, ya. Berikan anak susu formula. Mulailah memilih susu yang disuka, si Kecil, ya, Bunda. Jangan lupa untuk memeriksa kandungan susu formula yang Bunda pilih.

3. Kurangi waktu pemberian asi
Batasi waktu pemberian asi. Misalnya bangun tidur, jika biasanya diberi asi bisa diganti dengan susu formula. Atau ketika bangun tidur siang, berikan anak susu formula atau air putih.

4. Merubah kebiasaan
Jika biasanya malam hari sebelum tidur anak terbiasa diberi asi, ganti aktivitas ini dengan aktivitas lain. Misalnya bacakan buku atau bernyanyi. Bila malam hari terbangun, siapkan susu formula atau air putih.

5. Lakukan bersama keluarga
Dukungan keluarga sangat dibutuhkan untuk memulai proses ini bersama-sama. Ayah, Bunda, Kakek, Nenek, dan keluarga lain harus saling mendukung untuk mengajarkan anak kebiasaan tanpa asi.

6. Be positive
Niat yang kuat bisa mempercepat proses menyapih anak. Yakin bahwa anak akan bisa melewati proses tanpa rewel. Yakinkan diri sendiri, ya, Bunda.

Sekian cara menyapih anak usia 2 tahun. Semoga bisa bermanfaat, ya, Bunda. Selamat mencoba.

Anti Gagal, Yuk Cobain Resep Ayam Kremes ini!

Ayam merupakan olahan yang paling diminati, baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tak heran jika banyak sekali sajian berbahan dasar ayam.  ...